<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Rahmiwati Online Diary</title>
	<atom:link href="http://rahmiwati.net/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rahmiwati.net</link>
	<description>Catatan Kecil Seorang Nurse</description>
	<pubDate>Thu, 06 May 2010 16:15:12 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Comparison of Nursing Process and Medical Process</title>
		<link>http://rahmiwati.net/comparison-of-nursing-process-and-medical-process.html</link>
		<comments>http://rahmiwati.net/comparison-of-nursing-process-and-medical-process.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 May 2010 16:15:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[proses keperawatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmiwati.net/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Nursing Process
A. Deals with two types of  health problems :
1. Human respons problems (problems with human functioning that result from the effect of disease, trauma or changes in life).
2. Problem with sructure and function of organs or systems requiring collaboration with physician.
B. Uses the five steps approach (Assesment, Diagnosis, Planning, Implementation, Evaluation), and provides strict [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nursing Process</strong></p>
<p>A. Deals with two types of  health problems :</p>
<p>1. Human respons problems (problems with <em>human functioning</em> that result from the effect of disease, trauma or changes in life).</p>
<p>2. Problem with sructure and function of organs or systems requiring collaboration with physician.</p>
<p>B. Uses the five steps approach (<em>Assesment, Diagnosis, Planning, Implementation, Evaluation</em>), and provides strict rules for how each steps is  followed.</p>
<p>C. Considers the <em>whole person</em> as well as organ and system fungtion.</p>
<p>D. Focuses on teaching individuals or groups how to be independent in activities of daily living.</p>
<p>E. Involves with individuals, their significant others and with groups.</p>
<p><strong>Medical Process</strong></p>
<p>A. Deals mostly with problems with structure and function of organs or systems.</p>
<p>B. Uses the five step approach (<em>Assesment, Diagnosis, Planning, Implementation, Evaluation</em>), but has less precise rules for  how <em>Planning, Implementation, Evaluation</em> are done (eg, goals aren&#8217;t always clearly recorded during <em>Planning</em>).</p>
<p>C. Mainly considers organ and system function.</p>
<p>D. Focuses on teaching about how diseases and trauma are treated.</p>
<p>E. Mostly involved with individuals, sometimes with groups and families.</p>
<p>Book:</p>
<p>Perry, P. <em>Fundamental of Nursing. </em>Nursing Process Overview</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmiwati.net/comparison-of-nursing-process-and-medical-process.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tanggung Jawab Profesional Perawat</title>
		<link>http://rahmiwati.net/tanggung-jawab-profesional-perawat.html</link>
		<comments>http://rahmiwati.net/tanggung-jawab-profesional-perawat.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 22:17:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[keperawatan]]></category>

		<category><![CDATA[etika]]></category>

		<category><![CDATA[etika politik]]></category>

		<category><![CDATA[kepetawatan]]></category>

		<category><![CDATA[merawat pasien]]></category>

		<category><![CDATA[profesional]]></category>

		<category><![CDATA[tanggung jawab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blognurse.co.cc/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[ETIKA POLITIK DALAM MERAWAT PASIEN
 
 Masalah moral yang muncul dalam hubungan perawat pasien terjadi tanpa pengujian, dan banyak masalah pribadi yang dihadapi perawat yang terlibat dalam manajemen, administrasi dan tanggung jawab publik. Perhatian tertuju pada kesulitan moral dalam hubungan perawat pasien dalam tujuan untuk memberikan hak pasien dan tanggung jawab profesional perawat, aspek legal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><strong><span lang="IN">ETIKA POLITIK DALAM MERAWAT PASIEN</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="IN"><span> </span>Masalah moral yang muncul dalam hubungan perawat pasien terjadi tanpa pengujian, dan banyak masalah pribadi yang dihadapi perawat yang terlibat dalam manajemen, administrasi dan tanggung jawab publik. Perhatian tertuju pada kesulitan moral dalam hubungan perawat pasien dalam tujuan untuk memberikan hak pasien dan tanggung jawab profesional perawat, aspek legal dan hak-hak moral dalam hubungan kontrak diantara mereka. Dalam pelaksanaanya kita telah menyusup dalam masalah yang lebih besar dari keadilan sosial perawatan kesehatan, namun tidak bisa menghindar untuk menyebutkannya sama sekali.oleh karena itu muncul pertanyaan <span> </span>moral pribadi perawat dalam landasan sosial dan konteks politik. Jawaban atas pertanyaan tentang hak pasien dan tanggung jawab perawat tegantung pada landasan prinsipil dan kepercayaan terhadap peran perawat dalam komunitas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="IN"><span> </span>Etika berfokus pada cara dasar kekuasaan dan pembagian kekuasaan. Kaitan <span> </span>antara etika dengan hubungan kekuasaan dinyatakan untuk menentang pandangan populer etika profesional yang dapat ditampilkan sebagai hubungan saling percaya sebagai berikut: etika adalah mengenai pengawasan bagi orang lain, kepedulian terhadap perasaan, perasaan yang pribadi dan subjektif. Oleh karena itu etika adalah penilaian yang pribadi dan subjektif.</span><span id="more-10"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="IN"><span> </span>Konsep perawatan menurut Judaeo Christian mempunyai banyak sumber praktis. Merawat seseorang berarti bertindak untuk kebaikan mereka, membantu mengembalikan otonomi mereka, membantu mereka untuk mencapai potensi penuh mereka. Mencapai tujuan hidup mereka dan<span> </span>pemenuhan kebutuhan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="IN"><span> </span>Dalam pengalaman menderita mungkin tidak hanya membuat kita lebih simpati tapi mungkin juga membantu kita untuk lebih empati terhadap pasien kita. Simpati adalah perasaan yang timbul secara spontan yang kita miliki atau tidak dimiliki, empati adalah kemampuan untuk meletakkan diri kita dalam sepatu orang lain dalam suatu seni yang dapat dipelajari, latihan imajinasi yang dapat dilatih.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="IN">Perasaan ini dapat menjadi motivator yang kuat, yang juga dapat diperoleh dalam melakukan tanggung jawab profesional kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="IN"><span> </span>Jika kita memilih menjadi perawat untuk memenuhi kebutuhan pribadi, atau hanya sebagai autoterapi tanpa disadari, untuk menghadapi masalah dan kecemasan sendiri, pasien akan menderita karena pekerjaan kita yang akan menjadi catatan <span> </span>bagi mereka (Eadie 1975, Shimpson et all 1983).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="IN"><span> </span>Merawat bisa menjadi merusak orang lain jika kita tidak mengerti dinamika aslinya, yaitu seperti dorongan psikologis yang kompleks yang muncul dalam operasi ketika kita dalam posisi tangguh sebagai penolong terhadap <span> </span>pasien yang relatif tidak mandiri dan lemah. Inilah, kenapa psikiater dalam pelatihan dan perawat psikiatri didukung untuk mengalami psikoanalisis pribadi atau terlibat dalam terapi kelompok, sebagai proses untuk mengungkapkan perasaan yang terdalam dan sering tersembunyi <span> </span>dengan maksud lain. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="IN"><span> </span>Ketika pengawasan dan perhatian dari perawat yang baik dapat melakukan kekuasaannya dengan baik, overprotektif, menguasai atau mengganggu dan pengawasan seperti kepada bayi, seperti pengasuhan yang jelek, juga bisa menjadi sangat merusak, ini dapat dikatakan bahwa kebaikan terbesar kita juga merupakan sumber potensial<span> </span>kelemahan dan kejahatan kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="IN"><span> </span>Beberapa praktek dan sikap perawat dapat membawa mereka kepada konflik langsung dengan tim kesehatan yang terkait dalam merehabilitasi kesehatan pasien, dengan fisioterapis dan ahli terapi yang menjabat. Konflik disini bukan hanya dalam persaingan profesionalitas atau ketidakjelasan batasan kerja, tapi juga<span> </span>perbedaan dalam interpretasi tentang perawatan dan dalam praktek perawatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="IN"><span> </span>Dari suatu pandangan yang lazim, perawat juga merupakan pegawai yang melakukan pekerjaan tertentu seefisien dan seefektif mungkin. Hasilnya, pembatasan-pembatasan layak dipertimbangkan dan batasan praktek dapat dilakukan pada waktu yang tersedia untuk hubungan perawatan dan perhatian terhadap kebutuhan tertentu pasien. Artinya, dalam prakteknya, perawatan harus lebih impersonal dan altruistik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="color: black;"><span> </span>Pengalaman perawat menghadapi kenyataan hubungan kekuasan dalam bekerja dengan pasien dan dokter, berarti bahwa mereka mengetahui bahwa Etika harus dilakukan dengan kekuasaan dan pembagian kekuasaan dalam hubungan langsung antar pribadi. Bagaimanapun, tantangan adalah untuk memahami sifat alami hubungan kekuasaan dan etika pembagian kekuasaan, dalam mengajar, dalam manajemen, dalam pendidikan kesehatan dan riset, dalam mempengaruhi<span> </span>sumber daya, dan dalam politik kesehatan lokal dan nasional. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="color: black;"><span> </span>Perawat tidak hanya belajar merawat pasien, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan pasien secara umum. Ini berarti memperhatikan standard dan manajemen pelayanan, kemampuan staff, efisiensi dan efektivitas prosedur yang digunakan, peningkatan pelayanan kesehatan di rumah sakit , dan kesehatan masyarakat. Jika kepedulian terhadap kesehatan dipahami dari ini perspektif lebih luas, perawat cepat mengetahui bahwa politik dan etika perawatan berlanjut satu sama lain, pembagian dan kepedulian, menghormati orang dan keadilan, kaitan <span> </span>kekuasaan dan nilai-nilai adalah saling behubungan, dan memaksakan tanggung-jawab politis kepada mereka. Pada akhirnya, perjuangan menjadi lebih baik dan kondisi yang lebih patut untuk pasien dan perawat serta petugas kesehatan lain yang tidak dapat dipisahkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="color: black;"><span> </span>Bukan tidak mungkin menggabungkan kualitas personal yang sensitif dan peduli dengan yang kompeten dan efisiensi dalam manajemen, atau empati kepada orang lain dengan orang yang keras dalam susunan staf, atau perundingan bersama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="color: black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><strong><span style="color: black;">PERBEDAAN MODEL ZAMAN SEKARANG UNTUK ETIKA PROFESIONAL</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="color: black;"><span> </span>Adalah sulit untuk menyatukan kembali etika personal yang peduli dengan tipe etika yang diperlukan untuk manajemen sistem pemberian pelayanan kesehatan modern yang kompleks. Hal ini muncul karena tekanan antara perbedaan jenis kompetisi etik dalam kehidupan profesional, perbedaan antara; etika perawatan, etika pelayanan,etika pelayanan publik dan etika bisnis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="color: black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><strong><span style="color: black;">Kompetisi etika dalam pekerjaan dan kehidupan profesional</span></strong></p>
<ol style="margin-top: 0cm;" type="a">
<li class="MsoNormal" style="color: black; text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="IN">etika perawatan-peran pertolongan      perorangan</span>
<ul style="margin-top: 0cm;" type="disc">
<li class="MsoNormal" style="color: black; text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="IN">peran pembelaan</span></li>
<li class="MsoNormal" style="color: black; text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="IN">perlindungan hak kaum yang lemah</span></li>
</ul>
</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="color: black;">etika personal, hubungan perorangan, bersifat melindungi</span></p>
<ol style="margin-top: 0cm;" type="a">
<li class="MsoNormal" style="color: black; text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="IN">etika pelayanan-hubungan kontrak      perorangan</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="color: black;">hubungan sesuai kontrak yang diberikan kepada:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol; color: black;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]--><span style="color: black;">pengenalan tugas dan hak timbal balik</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol; color: black;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]--><span style="color: black;">berdasarkan kepada kemampuan personal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"><span style="color: black;">khusus dua pihak, menghormati orang lain dan keadilan</span></p>
<ol style="margin-top: 0cm;" type="a">
<li class="MsoNormal" style="color: black; text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="IN">etika pelayanan publik- universal dan      kerjasama</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol; color: black;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]--><span style="color: black;">pengenalan tugas dan hak timbal balik</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol; color: black;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]--><span style="color: black;">penerimaan terhadap kemampuan publik</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="color: black;">partisipasi masyarakat dan kesejahteraan berfokus pada keadilan dan kekayaan</span></p>
<ol style="margin-top: 0cm;" type="a">
<li class="MsoNormal" style="color: black; text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="IN">etika bisnis-keunggulan diri dan kompetitif</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="color: black;">terutama diberikan kebebasan personal untuk mencapai keuntungan, pemenuhan kebutuhan dan komersial</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol; color: black;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]--><span style="color: black;">tuntutan hak personal untuk mengambil kesempatan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol; color: black;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]--><span style="color: black;">tuntutan hak terhadap buah dari keberhasilan personal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol; color: black;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]--><span style="color: black;">latihan otonomi perorangan sebagai nilai awal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="color: black;">memberi kuasa kepada yang kuat, sulit bagi yang lemah, hak personal dan otonomi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="color: black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-family: Arial; color: black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="IN"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmiwati.net/tanggung-jawab-profesional-perawat.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Strategi Komunikasi Terapeutik Keperawatan</title>
		<link>http://rahmiwati.net/strategi-komunikasi-terapeutik-keperawatan.html</link>
		<comments>http://rahmiwati.net/strategi-komunikasi-terapeutik-keperawatan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 21:51:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[proses keperawatan]]></category>

		<category><![CDATA[fase kerja]]></category>

		<category><![CDATA[fase orientasi]]></category>

		<category><![CDATA[fase terminasi]]></category>

		<category><![CDATA[keperawatan]]></category>

		<category><![CDATA[komunikasi terapeutik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blognurse.co.cc/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[RENCANA STRATEGI KOMUNIKASI TERAPEUTIK
 
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN SETIAP HARI
 

Proses Keperawatan

Kondisi klien adalah       post partum ( anak pertama )
Diagnosa keperawatan  dalam rangka perawatan tali pusat 
Tujuan khusus adalah       klien dapat memahami dan mandiri dalam melaksanakan cara perawatan tali pusat 
Tindakan keperawatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"><strong><span style="font-size: 14pt; font-family: ">RENCANA STRATEGI KOMUNIKASI TERAPEUTIK</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: ">STRATEGI<span> </span>PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN SETIAP HARI</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: "> </span></p>
<ol style="margin-top: 0cm;" type="a">
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: ">Proses Keperawatan</span>
<ol style="margin-top: 0cm;" type="1">
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: ">Kondisi klien adalah       post partum ( anak pertama )</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: ">Diagnosa keperawatan <span> </span>dalam rangka perawatan tali pusat </span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: ">Tujuan khusus adalah       klien dapat memahami dan mandiri dalam melaksanakan<span> </span>cara perawatan tali pusat </span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: ">Tindakan keperawatan adalah peawatan tali       puasat pada bayi</span></li>
</ol>
</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: "> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: "> </span></p>
<ol style="margin-top: 0cm;" type="a">
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: ">Strategi komunikasi      dalam pelaksanaan tindakan keperawatan </span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family: "> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family: "><span> </span>1.ORIENTASI</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt;"><span style="font-family: ">a. Salam Terapeutik<span> </span>: Memberi salam kepada klien (assalamualaikum, <span> </span>selamat <span> </span>pagi <span> </span>di sertai dengan mengulurkan tangan)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"><span style="font-family: "> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span>b. Evaluasi/Validasi <span> </span><span> </span>: Menanyakan kembali topic yang diinginkan klien </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span><span> </span><span> </span>(p</span><span style="font-family: ">erawatan tali pusat pada bayi)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span>c. Kontrak<span> </span><span> </span><span> </span>: <span> </span>Topic<span> </span><span> </span><span> </span><span> </span>: <span> </span>Perawatan tali pusat pada bayi</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span>Waktu<span> </span><span> </span><span> </span>: <span> </span>jam 0700 wib</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span><span> </span><span> </span>Tempat<span> </span><span> </span><span> </span><span> </span>: <span> </span>ruang rawat bayi </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"><span style="font-family: ">d. Tujuan<span> </span><span> </span><span> </span><span> </span>: Untuk menambah pengetahuan klien tentang perawatan<span> </span>ali pusat <span> </span>bayi</span><span id="more-9"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family: "><span> </span>2.KERJA </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span>Memberi penjelasan tentang materi yang ingin disampaikan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span>Perawatan tali pusat bayi :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 75pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: "><span>a.<span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: "> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family: ">Perlengkapan membersihkan tali pusat sediakan yaitu : kasa steril, alkohol, catombath/kapas lidi yang kering</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 75pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: "><span>b.<span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: "> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family: ">bersihkan tali pusat dengan menggunakan sabun<span> </span>dan air ( saat mandi) kemudian keringkan tali pusat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 75pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: "><span>c.<span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: "> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family: ">Bersihkan tali pusat dari pangkal sampai ujung terlebih dahulu dengan catombath yang sudah di beri alkohol, lalu <span> </span>di sekitar pusat juga di bersihkan sekelilingnya dengan catombath</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 75pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: "><span>d.<span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: "> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family: ">Bungkus tali pusat dengan kasa steril yang kering</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family: "><span> </span>3. TERMINASI</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span>a.Evaluasi Respon Klien</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt;"><span style="font-family: "><span> </span>Menanyakan kembali kepada klien apakah sudah mengerti atau belum dan <span> </span>meminta klien mengulang <span> </span>kembali materi yang telah dijelaskan,atau memberi kesempatan kepada klien untuk bertanya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span>b.Rencana Tindak lanjut</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt;"><span style="font-family: "><span> </span>Mencontohkan kepada klien bagaimana aplikasi dari materi yang telah diberikan (mencontohkan bagaimana melakukan perawatan tali pusat pada bayi) dan meminta klien untuk mengulangnya kembali.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt;"><span style="font-family: "> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span>c. Kontrak Yang Akan Datang</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span><span> </span>a. Topic<span> </span><span> </span><span> </span>: <span> </span>Cara pemberian asi yang benar</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span><span> </span>b. Waktu<span> </span>: <span> </span>13.00 wib</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span>c. Tempat<span> </span><span> </span><span> </span>: <span> </span>Ruang rawat klien</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"><strong><span style="font-size: 14pt; font-family: ">TEKNIK KOMUNIKASI TERAPEUTIK</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span>( TEKNIK YANG DIGUNAKAN ADALAH WAWANCARA ( TANYA JAWAB))</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: "><span> </span>Situasi :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: "><span> </span>“ Ibu astri, 27 tahun, post partum (anak pertama) ingin mengetahui tentang perawatan tali pusat pada bayi, dimana suster susan sebelumnya sudah menjalin hubungan saling percaya dengan ibu astri”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="text-decoration: underline;"><span style="font-family: "><span> </span></span></span><span style="text-decoration: underline;"><span style="font-family: ">FASE ORIENTASI</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: "><span> </span>Suster susan<span> </span>:” assalamualaikum bu……,<span> </span>selamat pagi (sambil mengulurkan tangan) ?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 12pt; text-align: justify;"><span style="font-family: ">Bu astri<span> </span>:” waalaikumusalam, pagi juga <span> </span>suster ( sambil tersenyum dan menjabat tangan ) “</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 12pt; text-align: justify;"><span style="font-family: ">Suster susan<span> </span>: bagaimana perasaan ibu astri hari ini ! adakah sesuatu yang menganjal di hati ibu astri selama menemani si kecil dan kita tidak bertemu, coba ibu ceritakan ? ( sambil memegang tangan bu astri)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 12pt; text-align: justify;"><span style="font-family: ">Bu astri<span> </span>: alhamdulillah , senang suster, setelah lahirnya sibuah hati yang di impikan selama ini, oh ya suster ………. Saya masih belum jelas mengenai perawatan tali pusat bayi saya ini suster , saya kawatir jangan – jangan nanti malah kena infeksi?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 12pt; text-align: justify;"><span style="font-family: ">Suster susan<span> </span>: o…ya, ibu sesuai dengan perjanjian kita kemaren, saya akan jelaskan apa aja yang belum ibu fahami,yaitu <span> </span>tentang perawatan tali pusat yang <span> </span>benar, <span> </span>begitu kan bu ?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: "><span> </span>Bu astri<span> </span><span> </span><span> </span>:” ya sus, saya masih bingung !!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: "><span> </span>Suster susan<span> </span>: baiklah, saya akan coba jelaskan tentang perawatan tali pusat pada bayi, <span> </span>apakah ibu sudah siap untuk mendengarkannya?.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: "><span> </span></span><span style="font-family: ">Bu astri<span> </span>: “ insyaallah sus”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: "><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="text-decoration: underline;"><span style="font-family: "><span> </span>FASE KERJA</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span></span><span style="font-family: ">Suster susan<span> </span>:” baiklah bu, perawatan tali pusat pada bayi sangat penting kita ketahui dan kita pahami agar bayi kita terbebas dari infeksi tetanus pada bayi. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span>Bu astri<span> </span>:”infeksi tetanus pada bayi sangat berbahaya ………., ya sus?”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span>Suster susan<span> </span>: benar bu, bisa berakibat kematian pada bayi <span> </span>? nah., perawatan tali pusat kita laksanakan pada pagi hari<span> </span>setelah kita memandikan bayi kita.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span><span> </span>Bu astri<span> </span>:” berarti sus, setelah selesai kita memandikan bayi kita , kita juga melakukan perawatan tali pusat ”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span>Suster susan<span> </span>: iya bu, sebelum kita melaksanakan nya, kita terlebih dahulu mempersiapkan <span> </span>alat – alatnya ? (sambil mempraktekkannya)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span><span> </span>Buastri<span> </span>:” apa – apa saja persiapan alatnya sus..?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span>Suster susan<span> </span>: alat – alat yang akan kita persiapkan yaitu : kapas lidi, alcohol, kasa steril.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span>Bu astri: ( sambil meangguk angguk), caranya bagaimana sus……..?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span>Suster susan<span> </span>: pertama –tama setelah bayi selesai di mandikan , kita ambil kapas lidi<span> </span>lalu kita olesi alcohol kita mulai membersihkan nya dari pangkal<span> </span>tali pusat , di lanjutkan ke sekitar pusat kira – kira 10 cm sekelilingnya setelah itu kita bersihkan tali pusat sampai keujung. Sampai di sini ada yang mau di tanyakan bu astri?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span>Bu astri<span> </span><span> </span>: oya , apakah kapas lidi tsb tidak boleh kita bolak balik dan harus kita tukar – tukar?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span>Suster susan<span> </span>:<span> </span>benar sekali bu nani, jadi setiap kita membersihkan nya, kita tukar dengan yng baru lagi dan jangan lupa juga bu, sebelum kita melakukannya tangan ibu harus bersih atau cuci tangan sebelum melaksanakan tindakan tsb,</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span>Bu astri<span> </span>: bagai mana kelanjutannya sus……….?<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span>Suster susan<span> </span>: maaf bu……, tadi pembicaraan kita sampai dimana ya bu……?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span>Bu astri<span> </span>: sampai kita membersihkan nya sampai ke ujung tali pusat</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span>Suster susan<span> </span>: lalu kita bungkus dengan kain kasa steril. Terakhir baru kita rapikan dan baju bayi kita pasangkan, bagaimana bu …? Tidak sulit , bukan?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span>Bu astri<span> </span>: saya rasa, saya sudah bisa melakukannya, sus”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="text-decoration: underline;"><span style="font-family: "><span> </span>FASE TERMINASI</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span>Suster susan<span> </span>: bagaimana ibu, apakah sudah mengerti dengan penjelasan saya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span>Bu astri:” sudah, sus”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span>Suster susan<span> </span>: apakah ibu bisa mengulang kembali yang telah saya jelaskan ?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span>Bu astri<span> </span>:” insyaallah bisa suss, pertama –tama setelah bayi selesai di mandikan , kita ambil kapas lidi<span> </span>lalu kita olesi alcohol kita mulai membersihkan nya dari pangkal<span> </span>tali pusat , di lanjutkan ke sekitar pusat kira – kira 10 cm sekelilingnya setelah itu kita bersihkan tali pusat sampai keujung, lalu kita bungkus dengan kain kasa steril. </span><span style="font-family: ">Terakhir baru kita rapikan dan baju bayi kita pasangkan.benar kan suster? ”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span>Suster susan<span> </span>: bagus sekali bu astri, sepertinya ibu telah mengerti dengan apa yang telah saya jelaskan ! atau mungkin ibu masih ingin bertanya ?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span></span><span style="font-family: ">Bu astri<span> </span>: tidak suster,saya pikir cukup !</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span>Suster susan<span> </span>:” ( tersenyum )”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span>Bu astri<span> </span>:” terima kasih ya,sus”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span>Suster susan<span> </span>: “ sama – sama bu “</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span>Bu astri<span> </span>: “ suster susan,apakah saya bissa minta tolong lagi “</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span>Suster susan<span> </span>: tentu bu,ibu mau minta tolong apa ?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span>Bu astri<span> </span>: “ saya ingin tau bagaimana cara menyusui yang baik “</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span>Suster susan<span> </span>: ( tersenyum ) baiklah bu nani,kalau begitu saya akan datang lagi besok untuk menjelaskan bagaimana cara menyusui yang baik, ibu mau saya datang jam berapa ?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span>Bu astri<span> </span>: “ sama seperti hari ini saja,sus”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span>Suster susan<span> </span>:<span> </span>“baik bu,sampai bertemu besok !!”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span>Bu astri<span> </span>: “ ya, sus”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span>Suster susan<span> </span>: kalau begitu saya permisi dulu ya bu nani,selamat siang (tersenyum)!!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span>Bu astri<span> </span>: “ siang suster “ </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "><span> </span><span> </span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmiwati.net/strategi-komunikasi-terapeutik-keperawatan.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>TYPUS ABDOMINALIS</title>
		<link>http://rahmiwati.net/varisela.html</link>
		<comments>http://rahmiwati.net/varisela.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 02:43:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blognurse.co.cc/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[TYPUS ABDOMINALIS
 
A. DEFINISI
Typus Abdominalis ( demam tipoid, enteric fever ) adalah penyakit infeksi akut biasanya terdapat pada saluran cerna dengan gajala demam yang terjadi satu minggu, gangguan pada saluran pencernaan dan gangguan kesadaran.
 
B. ETIOLOGI
Penyebab penyakit ini adalah Salmonella Typhosa.
Merupakan kuman basil gram negatif, bergerak dengan rambut
getar, tidak berspora. Mempunyai 3 macam antigen yoitu:
1. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"><strong><span lang="SV">TYPUS ABDOMINALIS</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"><strong><span lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="SV">A. DEFINISI</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Typus Abdominalis ( demam tipoid, enteric fever ) adalah penyakit infeksi akut biasanya terdapat pada saluran cerna dengan gajala demam yang terjadi satu minggu, gangguan pada saluran pencernaan dan gangguan kesadaran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="SV">B. ETIOLOGI</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Penyebab penyakit ini adalah Salmonella Typhosa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Merupakan kuman basil gram negatif, bergerak dengan rambut</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">getar, tidak berspora. Mempunyai 3 macam antigen yoitu:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 24pt; text-align: justify; text-indent: -12pt;"><span lang="SV">1. Antigen 0</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 24pt; text-align: justify;"><span lang="SV">Somatik , te3rdiri dan zat komplek lipopoli sakarida.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 24pt; text-align: justify; text-indent: -12pt;"><span lang="SV">2. Antigen H</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 24pt; text-align: justify;"><span lang="SV">Flagella</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 24pt; text-align: justify; text-indent: -12pt;"><span lang="SV">3. Antigen Vi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 24pt; text-align: justify;"><span lang="SV">dalam serum penderita terdapat zat anti ( aglutinin ) terhadap ketiga macam antigen tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 24pt; text-align: justify;"><span id="more-8"></span><span lang="SV"> </span><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="SV">C. EPIDEMIOLOGI</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span lang="SV">Di indonesia bersifat endemik , ditemukan biasanya pada anak berumur 1 tahun keatas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="ES"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="ES">D. PATOGENESIS</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span lang="ES">Infeksi terjadi pada saluran pencernaan . Basil diserap usus halus melalui pembuluh limfe </span><span style="font-family: Wingdings;"><span>è</span></span><span lang="ES"> peredaran darah </span><span style="font-family: Wingdings;"><span>è</span></span><span lang="ES"> organ-organ terutama hati dan limpa </span><span style="font-family: Wingdings;"><span>è</span></span><span lang="ES"> Basil yang tidak hancur berkembang biak pada organ tsb sehingga membesar dan menimbulklan nyeri poda perabaan </span><span style="font-family: Wingdings;"><span>è</span></span><span lang="ES"> Basil. masuk kembali peredaran darah (bakteriemia) </span><span style="font-family: Wingdings;"><span>è</span></span><span lang="ES"> menyebar keseluruh tubuh </span><span style="font-family: Wingdings;"><span>è</span></span><span lang="ES">terutama kekelenjer limfoid usus halus </span><span style="font-family: Wingdings;"><span>è</span></span><span lang="ES"> menimbulkan tukak berbentuk lonjong pada permukoan mucosa </span><span style="font-family: Wingdings;"><span>è</span></span><span lang="ES"> perdarahan dan perforasi usus </span><span style="font-family: Wingdings;"><span>è</span></span><span lang="ES"> gejala demam (akibat endotoksin )dan gejala saluran pencernaan (akibat kelainan pada usus)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="ES"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="ES">E. GEJALA KLINIS</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span lang="ES">Gejala pada anak-anak lebih ringan daripada<span> </span>orang dewasa. Masa inkubasi rata-rata 10 - 20 hari, selama masa inkubasi ada gejala prodromal. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 24pt; text-align: justify; text-indent: -12pt;"><span lang="SV">1. Demam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 24pt; text-align: justify;"><span lang="SV"><span> </span>Pada kasus yang khas ,demam 3 minggu remiten. Minggu pertama suhu tubuh terus meningkat setiap hari dan menurun pada pagi hari. dan meningkat lagi disore hari. Minggu kedua terus dalam keadaan demam minggu ketiga suhu tubuh berangsur-angsur turun dan normal pada akhir minggu ketiga.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 24pt; text-align: justify; text-indent: -12pt;"><span lang="SV">2. Gangguan pada saluran pencernaan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 24pt; text-align: justify;"><span lang="SV">Napas berbau bibir kering dan pecah-pecah, lidah kotor, jarang disertai tremor , perut kembung, hati dan limpa membesar. nyeri saat perabaan, konstipasi, diare.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 24pt; text-align: justify; text-indent: -12pt;"><span lang="SV">3. Gangguan kesadaran</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 24pt; text-align: justify;"><span lang="SV">Umumnya kesadaran menurun antara apatis sampai samnolen, jarang terjadi sopor, koma atau gelisah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 24pt; text-align: justify; text-indent: -12pt;"><span lang="SV">4. Gejala lain-lainnya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 24pt; text-align: justify;"><span lang="SV">Punggung dan anggota gerak mengalami keseleo, pada minggu pertama demam baradikardi, epistaksis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 24pt; text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="SV">F. RELAPS (KAMBUH)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span lang="SV">Berlangsung lebih ringan dan sangat singkat terjadi dalam minggu kedua setelah suhu badan kembali normal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="SV">G. KOMPLIKASI</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">1. Pada Usus Halus</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Jarang terjadi, tapi sering fatal yaitu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 24pt; text-align: justify; text-indent: -12pt;"><span lang="SV">a. Perdarahan Usus.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 24pt; text-align: justify;"><span lang="SV">Jika perdarahan banyak maka terjadi melena disertai nyeri perut dan tanda renjatan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 24pt; text-align: justify; text-indent: -12pt;"><span lang="SV">b. Perforasi Usus</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 24pt; text-align: justify;"><span lang="SV">Timbul biasanya pada minggu ketiga terjadi pada bagian distal ileum.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 24pt; text-align: justify; text-indent: -12pt;"><span lang="SV">c. Peritonitis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 24pt; text-align: justify;"><span lang="SV">Biasanya menyertai perforasi tetapi dapat terjadi tanpa perforasi . ditemukan gejala abdomen yang akut yaitu nyeri perut yang sangat hebat, dinding abdomen yang tegang ( defens musculair ) dan nyeri tekan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">2. Di luar Usus Halus</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 12pt; text-align: justify; text-indent: 12pt;"><span lang="SV">Terjadi karena lokalisasi peradangan akibat sepsis yaitu meningits, kolesistitis, ensefatopati, bronchopneumania ( akibat infeksi sekunder ), dehidrasi dan asidosis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 12pt; text-align: justify; text-indent: 12pt;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="SV">H. DIAGNOSIS BANDING</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 24pt;"><span lang="SV">Bila terdapat demam lebih 1 minggu dan penyakit belum jelas</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">bahwa karena typus, maka dipertimbangkan penyakit seperti:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="EN-GB">• Paratipoid A,B dan C <span> </span><span> </span>• TBC</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="ES">• Malaria <span> </span>• dengue</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="ES">• Influenza <span> </span>• Pneumonia lobaris</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="ES"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="ES">I. PROGNOSIS</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 30pt;"><span lang="ES">Umumnya prognosis pada anak baik asal cepat diobati. Mortalitas yang dirawat 6 %. dapat menjadi kurang baik jika:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">a. demam tinggi atau febris kontinue</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">b. Kesadaran menurun sekali yaitu sopor, koma, atau delirium</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">c. Keadoab gizi penderita buruk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">d. Adanya komplikasi yang berat yaitu dehidrasi dan asidosis, peritonitis, bronchopnemonia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="SV">J. PEMERIKSAAN LABORATORIUM</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">1. Pemeriksaan yang berguna untuk menyokong diagnosis</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 24pt; text-align: justify; text-indent: -12pt;"><span lang="SV">a. Pemeriksaan darah tepi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 24pt; text-align: justify;"><span lang="SV">Terdapat gambaran leukopenia limfositisis relatif dan aneosinofilik pada. Permulaan sakit, anemia dan trombositopenia ringan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 24pt; text-align: justify; text-indent: -12pt;"><span lang="SV">b. Pemeriksaan sumsum tulang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 24pt; text-align: justify;"><span lang="SV">Terdapat gambaran hiperaktif RES dengan adanya makrofag, sedangkan sistem eritropoeisis, granulopoesis dn trombopoesis berkurang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">2. Pemeriksaan laboratorium untuk membuat diagnosis</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">dilakukun pada saat penderita masuk dan setiap minggu berikutnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 24pt; text-align: justify; text-indent: -12pt;"><span lang="SV">a. Biakan Empedu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 24pt; text-align: justify;"><span lang="SV">Basil ditemukan pada darah pada minggu kedua sakit, kemudian dapat ditemukan pula pada urin dan feses.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 24pt; text-align: justify; text-indent: -12pt;"><span lang="SV">b. Pemeriksaan Widal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 24pt;"><span lang="SV">dasar pemeriksaan yaitu reaksi aglutinasi, positif jika terjadi aglutinasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 24pt;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="SV">K. PENGOBATAN</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">a. Isolasi ,desinfeksi pakaian dan ekskretanya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">b. Istirahat mutlak<span> </span>2 minggu sampai suhu normal kembali</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 12pt; text-align: justify; text-indent: -12pt;"><span lang="SV">c. Diet.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 12pt; text-align: justify;"><span lang="SV">Makanan harus mengandung cukup cairan, kalori dan tinggi protein. Bahan makanan tidak boleh yang banyak mengandung serat, tidak merangsang, dan tidak menimbulkan gas. Bila kesadaran menurun maka diberikan makan cair melalui sonde.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 12pt; text-align: justify; text-indent: -12pt;"><span lang="SV">d. Obat-obatan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 12pt; text-align: justify;"><span lang="SV">Obat yang biasa digunakan adalah kloramfenikol dosis tinggi yaitu 100 mg/kgBB/hori diberikan 4 x sehari peroral atau intravena untuk mempersingkat masa perawatan dan mencegah timbul kembali (relaps ). Jika tidak cocok dengan kloramfenikol dapat diberi ampisilin, kotrimoksazol.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span lang="SV">Bila terdapat komplikasi maka terapi dilakukan sesuai dengan penyakitnya:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">bila terjadi dehidrasi dan asidosis maka diberikan cairan intravena</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>-<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">bila terdapat bronkhopneumonia harus ditambahkan penisilin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmiwati.net/varisela.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Analisis Data Kualitatif</title>
		<link>http://rahmiwati.net/analisis-data-kualitatif.html</link>
		<comments>http://rahmiwati.net/analisis-data-kualitatif.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Jul 2008 00:36:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[riset keperawatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blognurse.co.cc/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[ANALISIS DATA KUALITATIF
 
Pengenalan Analisis Kualitatif 
Analisis kualitatif adalah aktivitas intensive yang memerlukan pengertian yang mendalam, kecerdikan, kreativitas, kepekaan konseptual, dan pekerjaan berat. Analisa kualitatif tidak berproses dalam suatu pertunjukan linier dan lebih sulit dan kompleks dibanding analisis kuantitatif sebab tidak diformulasi dan distandardisasi. 
 
Analisis Kualitatif: Pertimbangan-pertimbangan Umum 
Tujuan dari analisis data, dengan mengabaikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><strong><span style="color: black;">ANALISIS DATA KUALITATIF</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="color: black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><strong><span style="color: black;">Pengenalan Analisis Kualitatif </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"><span style="color: black;">Analisis kualitatif adalah aktivitas intensive yang memerlukan pengertian yang mendalam, kecerdikan, kreativitas, kepekaan konseptual, dan pekerjaan berat. Analisa kualitatif tidak berproses dalam suatu pertunjukan linier dan lebih sulit dan kompleks dibanding analisis kuantitatif sebab tidak diformulasi dan distandardisasi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="color: black;"> </span><span id="more-7"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><strong><span style="color: black;">Analisis Kualitatif: Pertimbangan-pertimbangan Umum </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"><span style="color: black;">Tujuan dari analisis data, dengan mengabaikan jenis data yang dimiliki dan <span> </span>mengabaikan tradisi yang sudah dipakai pada koleksinya, apakah <span> </span>untuk menentukan beberapa pesanan dalam jumlah besar informasi sehingga data dapat disintesis, ditafsirkan, dan dikomunikasikan. Walaupun tujuan utama dari kedua data kualitatif dan <span> </span>kuantitatif adalah untuk mengorganisir, menyediakan struktur, dan memperoleh arti dari data riset. Satu perbedaan penting adalah, di dalam studi-studi kualitatif, pengumpulan data dan analisis data pada umumnya terjadi secara serempak, pencarian <span> </span>konsep-konsep dan tema-tema penting mulai dari pengumpulan data dimulai. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"><span style="color: black;">Tugas analisis data adalah selalu hebat, tetapi itu yang terutama sekali menantang untuk peneliti kualitatif, tiga pertimbangan utama, yaitu:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="color: black;"><span>1.<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]--><span style="color: black;">Tidak ada aturan-aturan sistematis untuk meneliti dan penyajian data kualitatif. Ketiadaan prosedur analitik sistematis, menjadi sulit bagi peneliti untuk menyajikan kesimpulan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="color: black;"><span>2.<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]--><span style="color: black;">Aspek analisis kualitatif yang kedua yang menantang adalah jumlah besar pekerjaan. Analis kualitatif harus mengorganisir dan bisa dipertimbangkan dari halaman dan bahan-bahan naratif. Halaman itu harus dibaca ulang dan kemudian diorganisir, mengintegrasikan, dan menafsirkan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="color: black;"><span>3.<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]--><span style="color: black;">Tantangan akhir adalah pengurangan data untuk tujuan-tujuan pelaporan. Hasil-hasil utama dari riset kuantitatif dapat diringkas. Jika satu data kualitatif dikompres terlalu banyak, inti dari integritas bahan-bahan naratif sepanjang tahap analisa menjadi hilang. Sebagai konsekuensi, adalah kadang sukar untuk melakukan satu presentasi hasil riset kualitatif dalam suatu format yang kompatibel dengan pembatasan ruang dalam jurnal professional.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="color: black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><strong><span style="color: black;">Model-Model Analisa </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"><span style="color: black;">Crabtree dan Miller (1992) mengamati ada banyak strategi analisis kualitatif. Mereka sudah mengenal empat pola analisa utama yang lebih tepat sasaran, sistematis, dan distandardisasi, dan pada ekstremum lain adalah satu model yang lebih yang intuitif, hubungan, dan interpretive. empat prototypical model-model yang mereka uraikan adalah sebagai berikut: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="color: black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><strong><span style="color: black;">&#8220;Model Quasi-statistical”.</span></strong><span style="color: black;"> Peneliti menggunakan statistik secara khas mulai dengan pertimbangan analisa, dan menggunakan ide-ide untuk memilih jenis data. Pendekatan ini adalah kadang dikenal sebagai analysis peneliti meninjau ulang isi dari data naratif, mencari-cari tema atau kata tertentu yang telah ditetapkan dalam suatu codebook. Hasil pencarian adalah informasi yang dapat digerakkan secara statistik dan disebut Quasi statistik. Sebagai contoh, analis dapat menghitung frekwensi kejadian dari tema-tema spesifik. Model ini adalah serupa dengan pendekatan kwantitatif tradisional sampai melakukan analisa isi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="color: black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><strong><span style="color: black;">&#8220;Model Analisa Template”.</span></strong><span style="color: black;"> Di model ini, peneliti mengkembangkan analisa cetakan untuk data naratif yang digunakan. Unit-unit template adalah secara khas perilaku-perilaku, kejadian, dan ungkapan ilmu bahasa. Template lebih mengalir dan dapat menyesuaikan diri dibanding suatu codebook di dalam model Quasi statistik. Peneliti dapat mulai dengan template bersifat elementer sebelum mengumpulkan data, template mengalami revisi tetap sebanyak data dikumpulkan. Analisa menghasilkan data. Model jenis ini adalah bisa dipastikan diadopsi oleh peneliti yang biasa meneliti etnografi, etologi, analisa ceramah, dan ethnoscience. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="color: black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><strong><span style="color: black;">&#8220;Model Analisa Editing”</span></strong><span style="color: black;"> . Peneliti menggunakan model editing bertindak sebagai interpreter yang membaca sampai habis data mencari segmen-segmen penuh arti dan unit-unit. Suatu ketika segmen ini dikenali dan ditinjau, interpreter dikembangkan satu rencana pengelompokan dan kode-kode sesuai yang dapat digunakan untuk memilih jenis dan mengorganisir data. Peneliti kemudian mencari-cari struktur dan pola-pola yang menghubungkan kategori-kategori pokok. Pendekatan teori yang khas menyertakan model ini. Peneliti-peneliti yang biasa meneliti fenomenologi, hermeneutics, dan ethnomethodology menggunakan prosedur pola analisa editing. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="color: black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><strong><span style="color: black;">&#8220;Model <span> </span>Immersion/crystallisasi”.</span></strong><span style="color: black;"> Model <span> </span>ini melibatkan pembaptisan total analis di dalam dan cerminan bahan-bahan teks, menghasilkan satu kristalisasi data yang intuitif. Terjemahan yang interpretive dan subjektif dicontohkan dalam laporan kasus pribadi dari semi anekdot dan jumlah sedikit ditemui di dalam literatur riset dibanding tiga model yang lain. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="color: black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><strong><span style="color: black;">Proses Analisa </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"><span style="color: black;">Analisa dari data kualitatif secara khas adalah satu proses yang interaktip dan aktif. Peneliti-peneliti kualitatif sering membaca data naratif mereka berulang-ulang dalam mencari arti dan pemahaman-pemahaman lebih dalam. Morse dan Field (1995) mencatat bahwa analisis kualitatif adalah proses tentang pencocokan data bersama-sama, bagaimana membuat yang samar menjadi nyata, menghubungkan akibat dengan sebab. Yang merupakan suatu proses<span> </span>verifikasi dan dugaan, koreksi dan modifikasi, usul dan pertahanan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="color: black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="color: black;">Beberapa kaum intelektual memainkan peran dalam analisis kualitatif. Morse <span> </span>dan Field (1995) mengenali empat proses-proses: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="color: black;"><span>1.<span style="font-family: "> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="color: black;">Memahami </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="color: black;">Awal proses analitik, peneliti-peneliti kualitatif berusaha untuk bisa mempertimbangkan data dan belajar mencari &#8221; apa yang terjadi.&#8221; Bila pemahaman dicapai, peneliti bisa menyiapkan cara deskripsi peristiwa, dan data baru tidak ditambahkan dalam uraian. Dengan kata lain, pemahaman diselesaikan bila kejenuhan telah dicapai. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="color: black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="color: black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="color: black;"><span>2.<span style="font-family: "> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="color: black;">Sintesis</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="color: black;">Sintesis meliputi penyaringan data dan menyatukannya. </span><span style="color: black;">`Pada langkah ini, peneliti mendapatkan pengertian dari apa yang “khas&#8221; mengenai suatu peristiwa<span> </span>dan apa variasi dan cakupannya. </span><span style="color: black;">Pada akhir proses sintesis, peneliti dapat mulai membuat pernyataan umum tentang peristiwa mengenai peserta studi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="color: black;"><span>3.<span style="font-family: "> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="color: black;">Teoritis</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="color: black;">Meliputi sistem pemilihan data. Selama proses teori, peneliti mengembangkan penjelasan alternatif dari peristiwa dan kemudian menjaga penjelasan ini sampai menentukan apakah &#8220;cocok&#8221; dengan data. Proses teoritis dilanjutkan untuk dikembangkan sampai yang terbaik dan penjelasan paling hemat diperoleh. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="color: black;"><span>4.<span style="font-family: "> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="color: black;">Recontextualisasi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 3pt; line-height: 150%;"><span style="color: black;">Proses dari recontextualisasi meliputi pengembangan teori lebih lanjut dan aplikabilitas untuk kelompok lain yang diselidiki. Di dalam pemeriksaan terakhir pengembangan teori, adalah teori harus generalisasi dan sesuai konteks. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="color: black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><strong><span style="color: black;">Manajemen Dan Organisasi Data Kualitatif </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="color: black;">Pengembangan skema pengelompokan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"><span style="color: black;">Langkah awal analisa data kualitatif penelitian adalah untuk mengorganisir, <span> </span>tanpa beberapa sistem dari organisasi, ada hanya kekacauan. Tugas utama di dalam mengorganisir data kualitatif mengembangkan metoda untuk menggolongkan dan memberi index. Yaitu, peneliti harus mendisain mekanisme untuk memperoleh akses sampai bagian-bagian data, tanpa harus berulang-kali membaca himpunan data keseluruhannya. Tahap ini sangat utama, suatu data harus dikonversi menjadi lebih kecil, lebih dapat dikendalikan, dan lebih banyak manipulatable unit-unit yang dapat dengan mudah didapat kembali dan review. Prosedur secara luas yang digunakan adalah mengembangkan skema pengelompokan dan kemudian mengkode data menurut kategori. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"><span style="color: black;">Kode topik digunakan di dalam penelitian Gagliardi&#8217;s ( I991) studi pengalaman keluarga tentang penyesuaian diri seorang anak dengan Duchenne kekurangan gizi otot. Ini adalah suatu contoh dari sistem pengelompokan konkrit dan deskriptif. Sebagai contoh, itu mengijinkan coders untuk mengkode hubungan-hubungan spesifik antar anggota-anggota keluarga, dan kejadian yang terjadi di dalam lokasi spesifik. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"><span style="color: black;">Dalam mengembangkan satu rencana kategori, konsep-konsep yang terkait sering dikelompokkan bersama-sama untuk memudahkan proses koding.. Sebagai contoh, semua kutipan yang menggambarkan bagaimana keluarga merasakan tentang menyesuaikan diri seorang anak dengan Duchenne kekurangan gizi otot dikelompokan sebagai “Kode perasaan.&#8221; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"><span style="color: black;">Studi-studi yang dirancang untuk mengembangkan teori lebih mungkin untuk pengembangan abstrak dan kategori konseptual. Dalam merancang kategori konseptual, peneliti harus merinci data ke dalam segmen-segmen, menguji dan membandingkan dengan segmen-segmen lain untuk perbedaan dan persamaan. Untuk menentukan apa tipe fenomena yang dicerminkan dan apa arti dari fenomena tersebut. Peneliti menanyakan pertanyaan tentang kejadian berbeda, peristiwa-peristiwa, atau pemikiran yang ditandai pernyataan, seperti berikut: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="color: black;">&#8220;Apakah ini? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="color: black;">&#8220;Apa yang terjadi? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="color: black;">&#8220;Untuk <span> </span>apa ini? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="color: black;"> Untuk file Presentasinya dapat di download di <a href="http://rahmiwati.net/wp-content/uploads/2008/07/analisis-data-kualitatif.ppt" target="_blank">sini</a><br />
</span></p>
<p><img src="file:///C:/DOCUME~1/rusdi/LOCALS~1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmiwati.net/analisis-data-kualitatif.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ratusan Perawat Desak DPR Segera Sahkan UU Keperawatan</title>
		<link>http://rahmiwati.net/ratusan-perawat-desak-dpr-segera-sahkan-uu-keperawatan.html</link>
		<comments>http://rahmiwati.net/ratusan-perawat-desak-dpr-segera-sahkan-uu-keperawatan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 May 2008 16:51:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blognurse.co.cc/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Ratusan perawat dan mahasiswa ilmu keperawatan di Banda Aceh mendesak Pemerintah Aceh untuk mendorong DPR RI agar segera mempercepat pengesahan undang-undang keperawatan.
&#8220;Kami tidak menuntut macam-macam, tetapi yang kita tuntut adalah percepatan pengesahan UU keperawatan,&#8221; kata koordinator aksi damai peringatan hari perawat sedunia, Zulfahmi Samendra, di Banda Aceh, Senin (12/5).

Ratusan perawat dan mahasiswa keperawatan di Banda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ratusan perawat dan mahasiswa ilmu keperawatan di Banda Aceh mendesak Pemerintah Aceh untuk mendorong DPR RI agar segera mempercepat pengesahan undang-undang keperawatan.</p>
<p>&#8220;Kami tidak menuntut macam-macam, tetapi yang kita tuntut adalah percepatan pengesahan UU keperawatan,&#8221; kata koordinator aksi damai peringatan hari perawat sedunia, Zulfahmi Samendra, di Banda Aceh, Senin (12/5).</p>
<p><span id="more-5"></span></p>
<p>Ratusan perawat dan mahasiswa keperawatan di Banda Aceh menggelar aksi damai di bundaran Simpang Lima Banda Aceh dengan membagi-bagikan bunga dan stiker kepada warga, termasuk Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar yang bergabung dengan aksi damai.</p>
<p>Menurut dia, tanpa adanya UU keperawatan tersebut, mereka tidak bisa bebas berpraktik klinik dan asuhan keperawatan kepada pasien. Padahal RUU tersebut telah digulirkan sejak 2000, namun hingga saat ini belum disahkan.</p>
<p>Sementara itu, organisasi kesehatan lain seperti dokter telah memiliki UU kedokteran. Perawat sendiri adalah salah satu profesi yang tertua di bidang kesehatan, tapi hingga saat ini belum ada UU sebagai payung hukum.</p>
<p>&#8220;Payung hukum yang kami gunakan selama ini hanyalah UU kesehatan,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar yang menyempatkan diri bergabung dengan aksi damai itu mengatakan mendukung percepatan UU keperawatan.</p>
<p>&#8220;Kita dukung UU keperawatan, di samping perlunya peningkatan kemampuan dan pelayanan mereka kepada pasien,&#8221; kata Wagub.</p>
<p>Menurut Wagub, profesi perawat sangat penting, karena itu perlu dimaknai dengan baik untuk meningkatkan kualitas dan pelayanan kepada masyarakat.</p>
<p>Pemerintah Aceh juga tahun ini banyak memprogramkan pembangunan di bidang kesehatan, termasuk memberikan pelatihan, baik di luar Aceh maupun di luar negeri untuk meningkatkan kemampuan perawat agar sesuai dengan standar rumah sakit lain di Indonesia dan internasional.</p>
<p>Meskipun masih ada sebagian besar perawat yang mengabdi sebagai tenaga honorer, mereka tetap harus kerja maksimal dan harus dibayar sesuai dengan standar yang ditentukan pemerintah sehingga tidak merugikan mereka, tambah Wagub</p>
<p>Sumber : http://www.kapanlagi.com/h/0000227665.html</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmiwati.net/ratusan-perawat-desak-dpr-segera-sahkan-uu-keperawatan.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
